"Kok IPS, sih!"

Omaigaaaatt !!! Aku dimana aku dimanaa?
Negriku tercinta, berjuta-juta ribu penduduk, bermasyarakat majemuk, multikultural, heterogen. Udah tahun berapa ini masih ada aja yang begini. Setiap ada pertanyaan jurusan dan aku jawab "jurusan IPS", hampir semua lawan bicaraku seakan-akan tidak percaya, meremehkan bahkan mencemooh.

"Lho kok bisa masuk IPS, nak?" -salah satu guru SD
"Oalaah IPS" -many people said. Kenapa harus kata "Oalaah"
"Yaah satu-satunya anak aksel yang masuk IPS yah" -xxxxx
"Yaela gini doang yang katanya dulu aksel ujung-ujungnya masuk IPS" -saudara



Hey, it hurts my heart, rek.

Whaaay whaay why? :''
IPS tidak seburuk yang kalian kira.
IPS juga ilmu, bahkan ilmu yang mempelajari tingkah laku kalian semua.

IPS dan IPA emang ngga sama, mereka beda. Beda ilmu, beda topik, beda yang dipelajarin. Selepas itu semuanya sama. Kalau masalah siswa/siswinya beda, perbedaan siswa satu sama lain itu bukan karena jurusannya, melainkan bergantung dari individu masing-masing.
"Seorang makan cepedak, semua kena getahnya. Satu orang yang bersalah, yang lain ikut dipersalahkan juga.". Mungkin seperti peribahasa itulah pemikiran kebanyakan orang. Meski sebenernya tidak semua bersalah.

-FAQ- 

Q: "Kamu dianjurin ke IPS atau emang minat?"
A: 100 % murni minat aku masuk jurusan IPS.

Q: "Jangan-jangan cuma ngaku-ngaku doang minat IPS, padahal sebenernya gara-gara nilai IPAmu jelek ya?"
A: Di sekolahku, kita bebas menentukan pilihan kita mau masuk jurusan IPA atau IPS. Bahasa kasarnya bah lu pinter sodaranya Einstein kalo pengen masuk IPS ya IPS aja sono, giliran lu bego kalo pengen masuk IPA ya silahkan. | Anyway, minat itu punya kekuatan besar buat ngalahin ke-bego-an kita lho. Sedangkan paksaan, meskipun pinternya sampe ujung langit kalo ngga sesuai minat ntar ujung-ujungnya amburadul juga. | Back to topic yes. Emang iya nilai (khususnya) fisikaku nyerempet batas rata-rata minimum, tapi nilai jelekku ini bukan gara-gara aku ngga bisa. Aku cuma ngga suka, aku ngga minat sama mapel satu ini meskipun guru nerangin ampe mulut berbusa yasudah aku cuma angguk-angguk kebosenan. Tapi 2 mapel IPA lainnya (bio-kim) nilaiku di atas rata-rata. Sedangkan nilai mapel IPSku semuanya biasa-biasa aja. It's like umm..... nothing special in my social science begitu.

Q: "Lantas kenapa pilih IPS?"
A: Jawabannya adalah karena aku tidak mengerti, aku tidak memahami kalian, manusia. Aku ngga ngerti kenapa kalian bertingkah laku seperti yang kalian lakukan saat itu. Aku ngga bisa ngomong. Aku cuma bisa diem, liat, ngamatin apaaa aja yang ada di sekitar. Mulai dari perbincangan kalian, tingkah kalian, cara kalian saling menyapa, bahkan sorotan mata kalian yang katanya ngga pernah bisa bohong. Sejak saat itu aku pendiam, aku tertutup. 
Ternyata ini ngga segampang yang aku pernah bayangin.
Diam itu jalan buntu. Diam itu ngga ngasih solusi. Tapi aku ngga tau harus apa. Setiap aku akan memulai percakapan, selalu gagal dan buang muka. Aku udah kayak kena teori Labelling. Yang gara-gara semua orang udah ngira aku pendiem, acuh, sombong, aku jadi bener-bener kayak gitu.
Sampai pada suatu hari ketika Ibuku yang ramah menegur, aku cuma pengen buktiin kalo aku bisa nemuin cara biar aku keluar dari sini. Iya mungkin ini sepele bagi kalian yang cuma denger ceritaku, but this is a big problem for me, for my self. Salah satu cara biar aku nemu jawabannya adalah dengan masuk di jurusan IPS ini.

Q: "Apa hubungannya pendiem dan acuh sama IPS?"
A: keliatannya ga nyambung ya? pikir dulu deh. Aku bisa hafal tiap huruf dan simbol di keyboard ini karena aku terbiasa menggunakannya. Sama kayak masuk IPS. Aku bisa ngomong ini itu panjang lebar meskipun di depan jutaan orang karena aku terbiasa. Aku terbiasa berpresentasi di depan guru dan teman-teman menjelaskan materi, bertanya, menjawab, serta memberi tanggapan. Kalo kalian bilang "emangnya anak IPA ngga ada presentasi?". Jawabannya, ada. Tapi topiknya tidak terlalu berkembang seluas presentasi IPS.
Kalau kata Pak George, "IPA itu meneliti setetes air sampai apa yang dikandungnya bahkan sampai ke sesuatu yang sangat kecil dan tidak kasat mata sekalipun tanpa harus peduli air itu mengalir dari arah mana. Tapi beda dengan IPS yang meneliti setetes air yang diperbanyak menjadi beberapa titik air menjadi hujan yang kemudian diperbesar lagi skalanya hingga hujan tersebut turun ke sungai yang kemudian berkumpul di sebuah lautan luas, tanpa harus memahami apa saja yang dikandungnya".
Dan lagi, jurusan IPS itu hampir semua mapelnya emang harus dipresentasikan layaknya cerita pengantar bobok yang menguji seberapa besar kekuatan kalimat yang kalian katakan di depan kelas dapat diserap sempurna oleh teman-teman.

Q: "Katanya IPS bisa jadi bos, anak IPA pekerjanya, ya?"
A: It depends on yourself, bro. Kesuksesan ngga bisa diukur lewat jurusan. Kalaupun ada yang bilang semacam IPS itu singkatannya Ikatan Pelajar Sukses, itu memang sebagai motivasi kita biar ngga ragu melangkah, biar kuat ngadepin kicauan-kicauan burung di luar sana. Tapi kalaupun kalian ada di lingkaran ikatan pelajar sukses tapi ngga pernah ada usaha, ngga pernah mau belajar, bisanya cuma foya-foya, yakali bisa sukses dari mana?
Dan ketika kalian melihat pohon tetangga lebih tinggi, tidak selalu pohon itu berbuah manis. 'Cause everything is never as it seems.


inaf ya~

The point is.................
Semua yang kita pilih, semua keputusan yang kita ambil, pasti ada resiko, pasti ada konsekuensi. Sekarang tinggal apakah kita siap dengan resikonya? tinggal bagaimana kita bisa menghadapi konsekuensi atas keputusan kita. Semua perubahanmu ada di tanganmu.
So, do not judge. Because you'll never understand until it happens to you.




Guys, gimana negara kita bisa maju kalo pola pikir kita ngga maju?
Bisanya jangan cuma protes mulu, yuk kita majuin sama-sama :)




Comments

  1. begitulah orang-orang, khususon indonesia. malah menurutku ips yg gampang nyari kerjaan (i don'nt know why I am thinking like this). dan toh jg yg ambil ipa, kuliahnya ujung-ujungnya ambil ips. -_-

    ReplyDelete
  2. haha ingatlah dirimu anak ipa mas :') sudah sudah itu pilihan mereka

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaaa iyaseh.. tapi kan aku konsiste cik (?) hahaha. soale dulu sudah nolak masuk ips karna emg gak srek :') tapi ips keren kok cik. :)))

      Delete

Post a Comment

Popular Posts