Halo Suku Sasak!
Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi waktu pergi ke Lombok adalah Desa Ende, letaknya ada di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.
Desa ini tempat tinggalnya penduduk suku asli masyarakat Pulau Lombok, alias Suku Sasak. Rumah adat ini sering disebut dengan "Bale Tani", artinya rumah petani. Disebut demikian karena mayoritas pencaharian masyarakat desa ini adalah petani.
Rumah-rumah disini dibangun dengan bambu, beratapkan jerami, dan alasnya dari tanah liat. yang bikin unik itu mereka membersihkan lantai (nge-pel) pakai kotoran kerbau! ga kebayang baunya gimana ya, tapi ternyata pas masuk ke dalem ga bau sama sekali loh. Justru kotoran sapi ini yang bikin lantai jadi bersih dari debu, sekaligus merekatkan kembali lantai yang mulai retak.
Atap rumahnya juga sengaja dibuat miring, jadi kalau berkunjung kesini dan mau masuk harus menundukkan kepala. Ini juga sebagai penghormatan kepada pemilik rumah.
Desa ini tempat tinggalnya penduduk suku asli masyarakat Pulau Lombok, alias Suku Sasak. Rumah adat ini sering disebut dengan "Bale Tani", artinya rumah petani. Disebut demikian karena mayoritas pencaharian masyarakat desa ini adalah petani.
Rumah-rumah disini dibangun dengan bambu, beratapkan jerami, dan alasnya dari tanah liat. yang bikin unik itu mereka membersihkan lantai (nge-pel) pakai kotoran kerbau! ga kebayang baunya gimana ya, tapi ternyata pas masuk ke dalem ga bau sama sekali loh. Justru kotoran sapi ini yang bikin lantai jadi bersih dari debu, sekaligus merekatkan kembali lantai yang mulai retak.
Atap rumahnya juga sengaja dibuat miring, jadi kalau berkunjung kesini dan mau masuk harus menundukkan kepala. Ini juga sebagai penghormatan kepada pemilik rumah.
![]() |
| Lumbung padi |
Masyarakat disini punya dapur yang letaknya terpisah dengan rumahnya. Mereka juga memasak dengan menggunakan tungku. Hawa-hawa disini tradisional pol (?) wkwkwk.
Selain bertani dan membuat kerajinan dari rotan, keseharian masyarakat disini adalah menenun. Ga heran kan kalau di Lombok banyak kain tenun yang cantik-cantik :')
![]() |
| Dapur |
Katanya, kalau ada rombongan yang berkunjung ke Desa ini biasanya disajikan atraksi Presean (diiringin dengan musik Lombok). Ada 3 laki-laki yang saling memukul menggunakan rotan, dan berlindung dengan tameng. Area memukulnya hanya boleh dari perut ke atas. Mereka topless, cuma pake ikat kepala sama sarung doang. Siapa yang rotannya jatuh ke tanah 3x, berarti dia yang kalah. Ngeri banget gak se? :')
Sayangnya kemarin kami ga sempat liat atraksinya gara-gara keburu flight :( akhirnya cuma foto-foto, hehehe
Matur tampi asih! 😊😊😊









Comments
Post a Comment